BrutalDeatMetal

| Minggu, 03 Oktober 2010 | 0 komentar |
Ndhika Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) atau geraman (death growl). Teknik menyanyi seperti ini juga sering disebut "Cookie Monster vocals".

Beberapa pelopor genre ini adalah Venom dengan albumnya Welcome to Hell (1981) dan Death dengan albumnya Scream Bloody Gore (1987). Death metal kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh band-band seperti Carcass, Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, dan Grave.

Di Indonesia, genre ini diawali pergerakan dan perkembangan-nya di tahun 1990-an dengan band thrash metal Rotor di Jakarta dan beberapa band pioneer death metal lainnya di daerah lain, seperti Adaptor dari Jakarta , Insanity dan Hallucination dari Bandung, Death Vomit dari Jogjakarta , Slow Death dari Surabaya, kemudian berkembang dengan band band berbahaya dan bereputasi internasional, Jasad , Disinfected,dan Ancur dari Bandung , Siksa Kubur , Funeral Inception dari Jakarta dan Cranial Incisored dari Jogjakarta

Beberapa subgenre death metal:

* Melodic death metal - heavy metal dicampur dengan beberapa unsur death metal, misalnya death growl dan blastbeat
* Progressive death metal - gabungan antara death metal dan progressive metalBrutal death metal - gabungan antara grindcore dan death metal
* Slam death metal - gabungan antara metalcore/groove metal dan death metal
* Death/Doom - gabungan antara doom metal dan death metal
* Blackened death metal - gabungan antara black metal dan death metal


Ciri umum adalah perubahan yang cepat, kadang struktur nyanyian kacau, beat yang aneh, irama tidak lazim dan harmonisasi serta melodi yang diluar kebiasaan. Band technical/progresive death metal pada umumnya memadukan aesthetics death metal dengan unsur-unsur dari rock progresive, jazz/musik klasik.

Diakhir 1980an dan awal 1990an death metal memperoleh perhatian media lebih banyak ketika label-label record ternama seperti “earache record” dan “roadrunner record” mulai menandai band-band death metal pada suatu tingkat pertumbuhan yang cepat.
Sejak itu death metal mengalami keaneka ragaman konsep musik dan melahirkan variasi yang kaya dari subgenre.
Death metal sempat mengalami pertentangan yang cukup banyak dan telah dipertimbangkan dari kultur trend. karena sebagian besar disebabkan tema/lirik yang kurang menarik. dan ini secara khusus dipandang sebagai suatu format musik “underground”. dikarenakan tidak mengikuti trend yang lagi marak dalam kaitan keagresifan dan musisi-musisi death metal lebih memilih untuk tidak begitu menghiraukan. bagaimanapun ini memberikan jalan serentak ketempat tempat seperti amerika selatan, dan bahkan hindia timur dalam bentuk trash/black/death metal.
| Selasa, 21 September 2010 | 0 komentar |
Thrash metal adalah subgenre heavy metal yang terkenal di amerika pada taun 80an melalui The Big Four. Thrash pada dasarnya berasal dari Speed Metal yang mengalami perkembanagan lebih lanjut akibat pengaruh dari New Wave of British Heavy Metal. Dimana musik Speed Metal menjadi lebih cepat dan keras. Dan bentuk musik ini kemudian dinamakan Thrash Metal.

Thrash mulai terkenal pada awal tahun 80an, namun mulai redup pada tahun 90an. Hal ini disebabkan genre ini terdesak oleh genre-genre baru saat itu. Death, Black, Groove, Crossover Thrash, dan Metalcore. Adalah genre yang merupakan perkembangan
| Minggu, 19 September 2010 | 0 komentar |
Di Indonesia, musik “Metal” atau yang sering disebut musik beraliran keras, bisa dikatakan sebagai musik yang bergerak di bawah tanah dan lazim disebut musik underground. bagaimana tidak, band-band metal selalu dikesampingakan sebagai band biang kerusuhan, keonaran, berisik, lirik yang kasar, dll.
Tetapi sejatinya tidaklah demikian. walaupun musik metal berisik, tetapi tetap mengikuti progresi nada-nada yang layak untuk dinikmati. dan lirik-lirik yang disuarakan merupakan bentuk ekspresi yang wajar dan jujur. kritik sosial, politik, tentang Tuhan, cinta, dan makna-makna yang sesungguhnya sangat menyntuk jika disimak.
Produser musik seolah enggan untuk mengorbitkan band-band metal. mereka takut tidak akan meraih keuntungan atau bahkan merugi karena band-band yang membawakan musik metal tidak ada nilai komersilnya. maka tak heran band-band metal selalu bergerak sendiri (Independent) untuk memproduseri dan mempromosikan lagu-lagu yang dibawakannya.
Memang harus diakui, band-band metal di indonesia “Relatif” susah untuk meraih simpati masyarakat luas pecinta musik. karena biasanya musik mereka hanya didengarkan oleh orang-orang tertentu (segmented) yang mempunyai selera dan mengerti musik metal sesungguhnya.
Tetapi lihatlah band-band metal di luar negeri (Amerika khususnya) yang sangat bebas memainkan musik mereka namun tetap laris dari sisi komersilnya. Slipknot adalah contohnya. bagaimana band ini sangat dipuja oleh pecinta musik dunia termasuk ndonesia, walaupun musik mereka “sama berisiknya” dengan band-band metal lainnya.
Yah, itu kan d amerika mas… indonesia kan beda.
Tetapi, akhir-akhir ini, band-band metal di indonesia mulai menggeliat dan “muncul dari bawah” tanah untuk meramaikan persainagan dengan band-band mainstream di indonesia… Koil,Burger KillTengkorak, adalah beberapa band metal indonesia yang mulai mendapat apresiasi pecinta musik indonesia secara luas…